AMBON,POJOKMALUKU.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) setelah berhasil mengevakuasi lima orang nelayan yang terombang-ambing di perairan Desa Wasir, Kabupaten Kepulauan Aru, akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin, Rabu (12/11/2025).
Kepala kantor Basarnas Ambon, M Arafah dalam rilisnya yang diterima Redaksi POJOKMALUKU.COM menjelaskan bahwa, Peristiwa bermula ketika satu unit longboat yang ditumpangi lima orang nelayan masing-masing Anton Umnehopa (67), David Simanjuntak (50), Berlin Sagala (60), Ashari (49), dan Ulis Hanjini (42) bertolak dari Dobo menuju perairan Pulau Wasir pada Rabu dini hari pukul 00.10 WIT untuk memancing ikan.
“Namun, sekitar pukul 12.00 WIT, para nelayan menghubungi keluarga dan melaporkan bahwa mesin kapal mereka mengalami kerusakan di tengah laut.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak Basarnas melalui Onisimus Balsala, yang diterima pada pukul 15.30 WIT.”jelas Arafah.
Menindaklanjuti laporan tersebut,Lanjut Arafah, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Dobo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menggunakan RIB USS Dobo menuju lokasi kejadian pada pukul 15.50 WIT.
“Setelah melalui pencarian di tengah kondisi cuaca hujan ringan, angin timur laut 3-15 knot, dan gelombang setinggi 0,5-1,25 meter, tim akhirnya berhasil menemukan kapal dan seluruh korban pada pukul 19.58 WIT di koordinat 5°40’40.33″S – 134°12’32.49″E, sekitar 8 mil laut arah barat laut dari Dobo,”urainya.
Lanjut dijelaskannya. Kelima nelayan ditemukan dalam keadaan selamat, meski sempat kelelahan akibat terombang-ambing selama beberapa jam di laut. Mereka kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Dobo menggunakan RIB USS Dobo, dan tiba dengan selamat di darat sekitar pukul 21.00 WIT.
“Olehnya itu,saya selaku Kepala Kantor SAR Ambon melalui Koordinator USS Dobo menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim gabungan dan seluruh potensi SAR yang terlibat. Dengan ditemukannya para korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,”tukasnya.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi empat personel Tim Rescue USS Dobo dengan dukungan satu unit RIB USS Dobo. Faktor penghambat utama selama proses pencarian adalah gangguan jaringan komunikasi di wilayah perairan tersebut.(PM-02)













Discussion about this post