BATAM,POJOKMALUKU.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Teon Nila Serua (TNS) di Kota Batam. Dua kakak beradik asal keluarga diaspora TNS sukses mengharumkan nama daerah dan komunitasnya dengan meraih medali emas pada ajang bergengsi Karate Open 2026 Batam yang digelar di Hall Nagoya City Walk, Kota Batam.
Informasi ini disampaikan kepada redaksi media ini melalui kutipan resmi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Besar TNS, Levina Litaay, Selasa (1/5/2026).

Dijelaskannya, Kejuaraan karate berskala internasional tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, pada Jumat, 24 April 2026, dan berlangsung hingga 26 April 2026. Ajang ini diikuti ribuan atlet dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Selain menjadi arena persaingan olahraga, Karate Open 2026 Batam juga dipandang sebagai wadah strategis dalam membentuk mentalitas generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berprestasi, sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah pembinaan olahraga bela diri di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, dua atlet muda dari keluarga TNS Kota Batam tampil gemilang. Sang kakak, Valentino Ritiauw, berhasil meraih Juara I dan medali emas pada nomor Kumite Junior 61 kilogram. Valentino diketahui merupakan pelajar kelas X-6 SMA Negeri 15 Batam.
Sementara sang adik, Ak. Rojer Ritiauw, juga menyusul prestasi serupa dengan merebut Juara I medali emas pada nomor Kumite 45 kilogram. Rojer saat ini tercatat sebagai siswa kelas VII-1 SMP Negeri 63 Batam.
Keberhasilan kakak beradik tersebut sontak menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat TNS, khususnya diaspora yang menetap di Kota Batam.
Untuk itu, Sebagai Ketua Umum BPP IKB TNS, Levina Litaay menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian luar biasa kedua atlet muda tersebut.
“Selamat dan sukses untuk generasi muda Gen Z TNS Kota Batam yang telah menorehkan prestasi membanggakan dalam Kepri Karate Open 2026. Ini bukti bahwa anak-anak TNS mampu bersaing dan unggul di level internasional jika dibina dengan baik,” ungkap Levina.
Levina juga memberikan penghargaan kepada kedua orangtua atlet, Kristovel Ritiauw dan Ika Gloria, yang dinilai telah memberikan dukungan penuh sejak dini dalam membangun mental juara anak-anak mereka di cabang olahraga karate.
Menurutnya, prestasi Valentino dan Rojer bukanlah keberhasilan instan, sebab keduanya telah beberapa kali mengikuti kejuaraan nasional dan mengoleksi sejumlah gelar juara.
Namun demikian, setelah pihaknya dilakukan penelusuran, kedua atlet muda berprestasi ini ternyata belum mendapatkan beasiswa prestasi, meskipun telah menunjukkan konsistensi di berbagai kejuaraan.
“Atas kondisi tersebut, IKB TNS menilai perlu ada dorongan dan pengusulan kepada pemerintah daerah setempat agar atlet-atlet berprestasi seperti ini memperoleh perhatian khusus melalui program beasiswa maupun pembinaan lanjutan,” tegas Levina.
Lebih lanjut dijelaskan, diaspora masyarakat TNS di Kota Batam selama ini telah berhimpun dalam organisasi resmi berbadan hukum, yakni BPD IKB TNS Kota Batam, yang berdiri sejak September 2017 dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Batam.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas organisasi, BPD IKB TNS Kota Batam juga telah menerima bantuan operasional dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berupa satu unit kendaraan Suzuki Ertiga XL-7 tahun 2024.
Dukungan tersebut dinilai sejalan dengan Garis Besar Kebijakan Organisasi IKB TNS, khususnya pada poin peningkatan kapasitas sumber daya manusia TNS dalam menghadapi persaingan global di tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional.
Selain itu, organisasi juga memegang teguh tanggung jawab generasi dalam menjaga dan memelihara nilai-nilai luhur warisan orangtua TNS melalui filosofi “UKMU MORITARI SOLILAKTA”, sembari terus hidup berdampingan dengan berbagai komunitas melalui semangat akulturasi budaya di mana pun masyarakat TNS berada.
Prestasi Valentino dan Rojer Ritiauw pun kini menjadi simbol nyata bahwa diaspora TNS tidak hanya mampu menjaga identitas budaya, tetapi juga berhasil melahirkan generasi emas yang siap bersaing di panggung dunia.(PM-Red)












Discussion about this post