MASOHI,POJOKMALUKU.COM – Rutan Kelas IIB Masohi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga binaan dan keluarganya melalui kegiatan penyerahan bantuan sosial yang dilaksanakan pada Jumat (18/7/2025) di aula Rutan Masohi.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan sosial keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang sering kali turut terdampak selama proses pembinaan berlangsung.
Acara Penyerahan Bansos dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya terfokus pada WBP, tetapi juga harus menjangkau keluarganya.
“Kami percaya, keluarga yang kuat dan diperhatikan dapat menjadi sumber semangat bagi WBP dalam menjalani proses pembinaan. Bantuan ini adalah bentuk empati kami dan bagian dari semangat pemasyarakatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan,” ujarnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis oleh Karutan dan para pejabat struktural kepada perwakilan keluarga warga binaan.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan sayuran segar hasil panen dari kebun ketahanan pangan Rutan Masohi, seperti kangkung, terong, dan kacang panjang.
Diketahui, Sayuran tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian WBP, yang secara aktif mengelola kebun sebagai bagian dari pelatihan keterampilan sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan. Dengan demikian, bantuan ini tidak hanya bernilai konsumtif, tetapi juga mencerminkan hasil kerja keras WBP sendiri.
Salah satu WBP yang ikut dalam program pertanian, Andre (nama samaran), menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung melalui hasil kebun.
“Saya senang karena hasil kerja kami bisa bermanfaat langsung buat keluarga. Walau saya di sini, saya merasa tetap bisa memberi sesuatu untuk mereka,” ujarnya haru.
Sementara itu, Ibu anaci Loupatty, salah satu keluarga WBP yang menerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak Rutan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya soal sembako, tapi juga perhatian dari Rutan yang membuat kami merasa tidak sendirian,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi penguat bahwa Lapas/Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem sosial yang terhubung dengan masyarakat di luar.
“Ini buktinya Rutan Masohi menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi tentang pemulihan relasi sosial dan kemanusiaan,”kata karutan Lagi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, dan menjadi penyemangat bagi warga binaan maupun keluarganya dalam menghadapi proses ini dengan lebih kuat,” tukas Kilkoda.
Dengan pendekatan yang menyentuh seluruh aspek emosional, sosial, dan ekonomi Rutan Masohi terus membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar konsep, tetapi dijalankan melalui tindakan nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.(PM-07)













Discussion about this post