LANGGUR,POJOKMALUKU.COM — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar kegiatan pasar murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tenggara, Netty Dachlan, menjelaskan bahwa pasar murah tersebut dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak 11 hingga 14 Maret 2026.

Ia mengatakan, pada awalnya kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di seluruh kecamatan di wilayah Maluku Tenggara. Namun, rencana itu harus disesuaikan dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Pelaksanaannya berlangsung selama empat hari sampai tanggal 14 Maret. Awalnya direncanakan di seluruh kecamatan, tetapi karena kondisi alam dan adanya warning dari BMKG, maka ada beberapa wilayah yang tidak dapat kami laksanakan,” ujar Netty.
Untuk wilayah Pulau Kei Besar, pasar murah hanya dilaksanakan di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Kei Besar, Kei Besar Selatan dan Kei Besar Utara Barat.
Sementara itu, di wilayah daratan Pulau Kei Kecil, kegiatan diawali dengan pembukaan di Kecamatan Kei Kecil, kemudian dilanjutkan secara bergilir ke sejumlah kecamatan lainnya selama tiga hari, di antaranya Kecamatan Manyeuw, Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan serta beberapa kecamatan lain.
Netty menjelaskan, program pasar murah ini diprioritaskan bagi masyarakat di ohoi-ohoi yang mayoritas merayakan Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi hari besar keagamaan.
“Pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya di ohoi-ohoi yang merayakan Idul Fitri. Program ini sudah menjadi kegiatan rutin pemerintah daerah, tidak hanya saat Idul Fitri tetapi juga pada perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau karena adanya subsidi dari pemerintah daerah.
“Penjualan sembako dalam pasar murah ini mendapat subsidi dari pemerintah dengan nilai yang cukup besar, sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih murah,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak untuk berpartisipasi, di antaranya perusahaan ritel, Pertamina, Bulog, perbankan serta para pedagang besar di pasar.
“Setiap tahun kami berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pengusaha ritel, Pertamina, Bulog, Alfamidi serta pedagang besar di pasar. Kami juga bekerja sama dengan perbankan untuk turut memeriahkan pelaksanaan pasar murah,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait beberapa lembaga yang tidak sempat hadir saat pembukaan kegiatan, Netty menjelaskan bahwa kondisi hujan menyebabkan sejumlah pihak datang terlambat.
“Kami sebenarnya sudah menyurati semua pihak dan mereka bersedia berpartisipasi, tetapi karena kondisi hujan ada yang datang terlambat. Bahkan ada dua bank yang tidak sempat hadir dan telah menyampaikan permohonan maaf,” terangnya.
Meski sempat diguyur hujan, Netty memastikan pelaksanaan pasar murah di wilayah Kei Kecil tetap berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan di Kei Kecil berjalan baik dan lancar. Walaupun hujan, masyarakat tetap datang untuk berbelanja kebutuhan mereka,” pungkasnya.(PM-Dewi)















Discussion about this post