LANGGUR,POJOKMALUKU.COM – Aksi bentrok antar pemuda kembali mencoreng situasi keamanan di wilayah Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan kabupaten Maluku Tenggara Peristiwa saling serang yang melibatkan dua kelompok pemuda di Desa Danar Ternate, Kamis (26/3/2026) malam hingga Jumat dini hari, berujung pada korban luka, termasuk dari pihak kepolisian, serta kerusakan sejumlah rumah warga.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, dalam keterangannya yang diterima POJOKMALUKU.COM menyampaikan bahwa insiden bermula dari persoalan sepele yang kemudian berkembang menjadi konflik terbuka antar kelompok pemuda.
“Awalnya hanya kesalahpahaman yang dipicu aksi saling ejek dan provokasi di jalan, namun kemudian berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan batu dan panah wayer,” ungkap Kapolres.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sekitar pukul 22.00 WIT, seorang remaja melintas dengan sepeda motor dalam kecepatan tinggi di depan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Situasi mulai memanas ketika terjadi saling makian, bahkan diikuti aksi pelemparan dari kelompok lain yang berada di sekitar Masjid Al-Mathar.
Ketegangan meningkat saat pihak yang merasa tersinggung mendatangi rumah terduga pelaku untuk meminta klarifikasi. Namun, alih-alih mereda, situasi justru berubah menjadi aksi balasan.
Sekitar pukul 23.05 WIT, kelompok pemuda yang sebelumnya menjadi sasaran makian melakukan serangan balasan dengan melempar batu ke arah kelompok lawan.
Bentrok pun tak terhindarkan. Massa dari kedua kelompok mulai terkonsentrasi dan terlibat aksi saling lempar yang semakin meluas. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIT sempat berhasil membubarkan massa dan meredam situasi.
Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama. Sekitar pukul 02.00 WIT, aksi bentrok kembali pecah setelah adanya dugaan provokasi berupa pelemparan terhadap rumah warga.
Aksi ini memicu serangan balasan yang lebih besar hingga menyebabkan korban luka, termasuk dari kalangan aparat yang berupaya melerai.
Kapolres mengungkapkan, dua perwira kepolisian mengalami luka akibat terkena panah saat berusaha mengendalikan situasi. Selain itu, tiga warga sipil juga menjadi korban luka serius akibat serangan serupa.
“Anggota kami menjadi korban saat menjalankan tugas untuk mengamankan dan melindungi masyarakat. Ini menunjukkan tingkat eskalasi konflik yang cukup tinggi,” tegas AKBP Rian Suhendi.
Tidak hanya menimbulkan korban bentrokan juga berdampak pada kerusakan materiil. Pada pukul 04.40 WIT, bentrok susulan kembali terjadi yang mengakibatkan tiga unit rumah warga hangus terbakar, empat rumah mengalami kerusakan berat, serta satu unit sepeda motor ikut dilalap api.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Kapolres turun langsung memimpin pengamanan di lapangan pada pukul 05.30 WIT. Aparat gabungan kemudian memisahkan kedua kelompok yang bertikai dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum serta pengamanan wilayah.

Tak lama berselang, pasukan Brimob Batalyon C Pelopor tiba di lokasi untuk memperkuat pengamanan dan memastikan situasi benar-benar kondusif.
Hingga Jumat pagi, aparat kepolisian memastikan kondisi di Desa Danar Ternate telah berhasil dikendalikan. Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang memicu konflik serta menindak tegas pelaku provokasi.
Kapolres mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun tindakan yang dapat memicu konflik lanjutan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Percayakan penanganan masalah ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (PM-Dewi)














Discussion about this post