AMBON,POJOKMALUKU.COM – Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Persatuan Indonesia (Perindo), Welem Kurnala, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat menangani abrasi di wilayah pesisir Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.
Permintaan itu disampaikan Welem setelah menerima keluhan masyarakat saat melakukan reses di sejumlah desa pesisir yang terdampak air laut pasang tinggi.
“Kondisinya sudah mengkhawatirkan. Saat cuaca dan air pasang tinggi, air laut sudah masuk ke rumah-rumah warga,” kata Welem kepada wartawan di Mutiara Hotel, Selasa (7/4/2026).
Welem menjelaskan, abrasi yang terus terjadi bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan bangunan rumah yang berada dekat garis pantai.
Ia mengingatkan, jika persoalan tersebut tidak ditangani serius, maka dalam waktu dekat rumah-rumah warga berpotensi rusak akibat hantaman air laut.
“Kalau tidak diperhatikan dengan serius, maka ke depan rumah warga bisa hancur,” ujarnya.
Selain abrasi, Welem juga menyoroti kondisi talud di beberapa desa yang menurutnya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Ia menyebut ada talud yang diduga sudah pecah sehingga tidak lagi mampu menahan tekanan air laut, terutama pada musim cuaca ekstrem.
“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” tegasnya.
Welem menambahkan, apabila kerusakan talud tidak segera diperbaiki, maka kerugian masyarakat akan semakin besar.
Bahkan, sejumlah rumah penduduk disebut berada dalam kondisi rawan hanyut jika tidak ada upaya cepat memperkuat perlindungan pesisir.
“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin luas,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait segera melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi pesisir Dobo, sekaligus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi talud sebagai langkah pencegahan abrasi lebih lanjut.(PM-Maria)













Discussion about this post