MASOHI,POJOKMALUKU.COM – Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) kembali menjadi salah satu lokasi strategis pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura.
Dalam arahannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Samuel Ritiauw, S.Pd.,M.Pd menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap kontribusi mahasiswa dalam mendorong kemajuan Negeri (Desa).
“Atas nama Universitas Pattimura, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan dan seluruh pemerintah negeri di TNS yang dari waktu ke waktu selalu menerima mahasiswa KKN. Bahkan, TNS tidak pernah absen menjadi lokasi KKN, dan ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami,” ujar Ritiauw saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa di aula kantor camat,Selasa (14/4/2026).
Ritiauw menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi internal, jumlah mahasiswa KKN gelombang kali ini menjadi yang terbanyak, mencapai sekitar 130 orang. Hal ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Kecamatan TNS dalam mendukung kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ritiauw menyampaikan bahwa, paradigma pelaksanaan KKN terus mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya mahasiswa masih harus melakukan observasi panjang di awal penempatan, kini seluruh program telah disiapkan sejak dari Ambon.
“Mahasiswa datang sudah dengan program yang matang. Hari kedua setelah tiba, program sudah bisa langsung dijalankan. Ini berbeda dengan skema sebelumnya yang membutuhkan waktu observasi hingga satu minggu,” jelasnya.
Durasi pelaksanaan KKN sendiri tetap berlangsung selama satu bulan, dengan pola kerja terstruktur sejak minggu pertama hingga minggu keempat sebelum penarikan mahasiswa.
Meski demikian, ia menyebutkan pentingnya fleksibilitas program di lapangan. Pemerintah negeri diminta aktif memberikan masukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami boleh merancang, tetapi pemerintah negeri lebih memahami kondisi riil di lapangan. Karena itu, jika ada program yang perlu disesuaikan, silakan disampaikan agar dampaknya lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, KKN kini berfokus pada dua paradigma utama, yakni edukasi dan pengembangan.Untuk itu, mahasiswa diharapkan tidak lagi hanya terlibat dalam pekerjaan fisik semata, tetapi lebih pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan inovasi program.
Sebagai bagian dari penguatan program, akan digelar Expo Pendidikan yang dipusatkan di kantor kecamatan menjelang 2 Mei. Kegiatan ini akan melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta menghadirkan berbagai program edukatif, termasuk sosialisasi peluang beasiswa dan informasi pendidikan tinggi.
“Kami ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya generasi muda di TNS, untuk melihat peluang pendidikan ke depan. Akan ada stand beasiswa dan informasi kampus yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Ritiauw.
Ia juga berharap kehadiran Dinas Pendidikan Provinsi dapat memperkuat perhatian terhadap kondisi pendidikan di TNS, termasuk mendorong dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan sarana, prasarana, serta kualitas tenaga pendidik.
Di akhir arahannya, Ritiauw memberikan pesan tegas kepada para mahasiswa agar menjaga nama baik almamater dan keluarga selama menjalankan KKN.
“Saya orang TNS, dan selama ini tidak pernah ada mahasiswa KKN di sini yang bermasalah. Saya berharap kalian menjaga kepercayaan itu. Jaga sikap, jaga nama baik universitas, dan hormati masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa penilaian keberhasilan mahasiswa tidak hanya berasal dari kampus, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat dan pemerintah negeri setempat.
“Kalau pemerintah negeri tidak puas, maka itu akan berpengaruh pada nilai kalian. Karena itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan berikan kontribusi terbaik bagi desa,” tutupnya.(PM-Rio)













Discussion about this post