MASOHI,POJOKMALUKU.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjelma sebagai ruang refleksi dan evaluasi bersama terhadap kualitas pendidikan di wilayah TNS.
Camat TNS, Ronald Wonmaly, dikesempatan menutup kegiatan pekan Raya pendidikan di TNS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti), dosen pendamping lapangan, pengurus Ikatan Keluarga Besar (IKB) TNS Maluku, GAMKI, tenaga pendidik, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan menyongsong Hardiknas 2026.
Menurut Wonmaly, di tengah tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran yang menyebabkan hampir seluruh kegiatan seremonial pemerintah ditiadakan, Pekan Raya Pendidikan di TNS menjadi agenda istimewa yang patut disyukuri karena masih dapat terlaksana melalui semangat gotong royong berbagai pihak.
“Dalam situasi tekanan finansial fiskal yang cukup ketat, hampir semua kegiatan seremonial ditiadakan. Karena itu, Pekan Raya Pendidikan di TNS ini menjadi momentum yang sangat berharga dan patut disyukuri karena masih bisa kita laksanakan bersama,” ujar Wonmaly. Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kompetisi dan hiburan edukatif, tetapi juga membuka ruang evaluasi nyata terhadap mutu pendidikan di Kecamatan TNS.
Camat mengaku mengikuti langsung berbagai mata lomba yang dipertandingkan, mulai dari lomba menggambar, mewarnai, cerdas cermat, hingga lomba video konten bagi kalangan pemuda. Dari seluruh rangkaian itu, lomba cerdas cermat dinilai menjadi indikator penting yang menunjukkan masih adanya kelemahan mendasar pada penguasaan pengetahuan umum siswa.
“Ini menjadi masukan serius bagi kita semua. Tanggung jawab pendidikan bukan hanya ada di pundak guru, tetapi juga orang tua, komite sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dari lomba cerdas cermat kemarin terlihat bahwa masih banyak pengetahuan dasar yang belum dikuasai anak-anak kita. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Wonmaly menilai kondisi tersebut tidak boleh dipandang sebagai kegagalan, melainkan harus dijadikan pemicu untuk memperkuat pola pembelajaran, memperluas literasi umum, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak.
Senada dengan itu, Sekretaris IKB TNS Provinsi Maluku, Alexsander Lakotani, turut menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Lakotani, kolaborasi antara mahasiswa KKN Unpatti, pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa upaya mencerdaskan generasi muda TNS harus menjadi prioritas utama.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak. Walaupun pelaksanaannya masih ada kekurangan di sana sini, tetapi kegiatan ini membuktikan bahwa semangat untuk mencerdaskan anak-anak di Kecamatan TNS tetap menyala,” kata Lakotani.
Ia menambahkan, tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin kompetitif menuntut peningkatan kualitas intelektual generasi muda sejak dini. Karena itu, seluruh kepala sekolah, dewan guru, orang tua, dan pemerintah kecamatan diminta tetap fokus membangun kapasitas pendidikan anak-anak TNS agar mampu bersaing di masa depan.
“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita berjalan di tempat. Mereka harus didorong menjadi generasi yang cerdas, berguna bagi bangsa dan negara, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Kecamatan TNS yang kita cintai,” tandasnya.
Lakotani juga memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa KKN Unpatti yang sejak 30 April hingga puncak Hardiknas pada 2 Mei telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menghadirkan berbagai kegiatan edukatif di tengah masyarakat.
Peringatan Hardiknas ke-67 di Kecamatan Teon Nila Serua tahun ini pun akhirnya tidak hanya menjadi pesta pendidikan semata, tetapi menjadi panggung evaluasi bersama bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah membutuhkan kerja kolektif, komitmen jangka panjang, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.(PM-Red)













Discussion about this post