LANGGUR,POJOKMALUKU.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa di SMP Negeri 5 Kei Kecil tetap berjalan sesuai jadwal, meski sebagian siswa masih berada dalam kondisi terdampak pasca konflik di Desa Danar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudhah Arif Hanoeboen menyampaikan bahwa, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif bersama kepolisian guna menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan tes yang dijadwalkan pada 6 April 2026.
Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan saat diwawancarai di Langgur pada 31 Maret kemarin.
Menurut Raudhah, koordinasi ini menjadi langkah penting mengingat sejumlah siswa SMP Negeri 5 Kei Kecil masih dalam kondisi mengungsi setelah konflik yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Danar.
“Berdasarkan hasil inventarisasi pihak sekolah, terdapat sekitar 5 hingga 6 siswa yang saat ini masih mengungsi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihak Dinas Pendidikan telah memanggil kepala sekolah untuk memastikan pendataan siswa terdampak berjalan optimal, sekaligus mempersiapkan langkah teknis agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti TKA.
Raudhah menyampaikan juga bahwa pelaksanaan tes tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain, karena sistem pelaksanaan berbasis online telah terintegrasi dengan perangkat dan token yang terdaftar di sekolah tersebut.
“Tes ini berbasis sistem. Token dan perangkat sudah tersetting di sekolah, sehingga tidak bisa dipindahkan. Karena itu, kami harus berkoordinasi dengan Polres untuk memastikan pengamanan,” jelasnya.
Meski situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali kondusif, pihaknya tetap mengambil langkah antisipatif dengan melibatkan aparat kepolisian guna memberikan rasa aman bagi para siswa saat mengikuti ujian.
Raudhah memastikan seluruh siswa, termasuk yang sempat mengungsi, akan tetap difasilitasi untuk mengikuti TKA sesuai jadwal.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah-sekolah lain di wilayah Danar sejauh ini berjalan normal. Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus berkoordinasi dengan aparat keamanan.
“Ada dua hal yang menjadi fokus kami saat ini, yaitu pelaksanaan TKA dan keberlangsungan proses belajar mengajar agar tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (PM-Dewi)













Discussion about this post