MASOHI,POJOKMALUKU.COM –
DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-10, Selasa (21/5/2026).
Bertempat di Gedung Islamic Centre, Masohi, Musda dibuka langsung oleh Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dan dihadiri oleh Sejumlah petinggi partai Golkar dari tingkat DPP hingga DPD Provinsi Maluku dan kader partai berlambang pohon beringin itu di tingkat Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir melalui sambutannya mengapresiasi pelaksanaan musda saat itu. Dirinya berharap arena Musda dapat dimanfaatkan sebagai ruang penting untuk memperkuat visi, menajamkan arah kebijakan partai, serta memastikan Golkar tetap adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Seluruh kader harus senantiasa menjaga etika dalam berkompetisi agar Musda dapat berlangsung secara santun, dialogis, dan bermartabat,” pesannya.
Dinamika yang terbentuk jelang dan saat pelaksanaan Musda cukup tinggi. Menurut Bupati, dinamika dalam pelaksanaan sejatinya adalah hal yang sehat dalam kehidupan demokrasi. Karena dari proses itulah lahir energi, kompetisi, dan pemimpin-pemimpin baru.
“Perbedaan pilihan boleh, tetapi persatuan harus tetap dijaga,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa politik memang berkaitan dengan perebutan kekuasaan, namun harus tetap berada dalam koridor hukum dan etika demokrasi.
Prinsip rule of law, kata dia, menjadi batas yang tidak boleh dilanggar—bahwa kekuasaan harus diperoleh secara sah, konstitusional, dan berintegritas.
“Seorang pemimpin yang baik mampu terlibat dalam perdebatan secara terbuka dan mendalam, dengan kesadaran bahwa pada akhirnya ia dan pihak yang berbeda pandangan harus menjadi lebih dekat.” tandas bupati mengutip pernyataan tokoh dunia, Nelson Mandela.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan dalam politik seharusnya memperkuat persatuan, bukan memperlebar jarak.
Harapan Bupati ini sejalan dengan harapan Ketua DPD Golkar Maluku Tengah Rudolf Lailossa. Melalui sambutan lisannya, Lailossa yang juga Anggota DPRD Maluku Tengah ini menyerukan pentingnya mengedepankan rasa memiliki dan kecintaan terhadap partai Golkar dalam bermusyawarah.
Sebab, dengan demikian, menurutnya, semangat berkompetisi akan bermuara dalam satu komitmen. Yakni, memberikan kontribusi terbaik bagi partai.
“Sebab, Majunya partai Golkar Maluku Tengah ditentukan disini. Di arena Musda ini,” serunya.
Selanjutnya, Lailossa berharap, Siapapun pemimpin Partai Golkar yang terpilih kedepannya mampu menahkodai partai dalam semangat kekaryaan. Bagi partai, pemerintah, terlebih bagi masyarakat.
Sekadar diketahui, Petinggi partai Golkar yang hadir dalam pelaksanaan Musda Ke-10 saat itu yakni Sekretaris bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Decky Loupatty, Mantan Wakil Koordinator Bidang Kebijakan Publik DPD Partai Golkar Maluku yang saat ini menjabat Ketua Depidar Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Maluku, Rohalim Boy Sangadji, Ketua DPD I Golkar Provinsi Maluku Umar Lessy pengurus yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw dan Anos Yeremias. (PM-Max)












Discussion about this post