MASOHI,POJOKMALUKU.COM – Upaya menjaga identitas budaya di tengah derasnya perkembangan zaman terus dilakukan dengan berbagai cara kreatif. Salah satunya melalui karya musik. Sebuah lagu bertajuk “Ukmu Moritari Solilakta” ciptaan Nus Sarioa dipastikan akan tayang perdana di Channel YouTube Saymen Production pada 8 Mei 2026.
Lagu yang dinyanyikan oleh Galak’S ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi media pengingat sekaligus ajakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Teon Nila Serua (TNS), agar tidak melupakan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Pencipta lagu, Nus Sarioa saat di wawancarai POJOKMALUKU.COM , Selasa (5/5/2026) mengungkapkan bahwa ide menghadirkan lagu tersebut lahir dari kegelisahannya melihat kehidupan masyarakat TNS, khususnya yang berada di dataran Waipia, yang perlahan mulai mengalami pengikisan budaya akibat pengaruh globalisasi.
“Saya melihat orang TNS, apalagi yang ada di dataran Waipia, hidup mori yang diwariskan leluhur sudah mulai terkikis oleh perkembangan era globalisasi. Akibatnya, banyak generasi muda yang tidak lagi memahami arti dari Ukmu Moritari Solilakta,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm keras bahwa nilai-nilai adat, kebersamaan, serta filosofi hidup orang TNS harus terus dihidupkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui seni musik yang lebih mudah diterima lintas generasi.
Lanjut Sario menjelaskan, lagu dengan judul “Ukmu Moritari Solilakta ” sengaja dirancang sebagai pesan budaya agar masyarakat tetap memegang teguh semangat persatuan, hidup rukun sebagai orang basudara, serta saling membantu dalam suka maupun duka.
“Lagu ini saya ciptakan supaya Ukmu Moritari Solilakta tetap mempersatukan kehidupan orang TNS. Hidup rukun orang basudara, saling bantu dalam suka dan duka, serta menjadi pesan dari orang tua-tua agar akar budaya tetap kuat,” jelasnya.
Ia menuturkan, secara mendalam kata Moritari mengandung makna kebersamaan hidup yang diwujudkan melalui semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian sosial antar sesama.
Nilai tersebut, lanjutnya, bukan sekadar slogan, melainkan filosofi yang sejak dahulu memandu masyarakat TNS untuk hidup dalam ikatan persaudaraan yang erat, menjunjung tinggi etika, menghormati sesama, dan memelihara nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Secara keseluruhan, Ukmu Moritari Solilakta adalah filosofi hidup orang TNS untuk selalu hidup dalam ikatan persaudaraan yang kuat dengan menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai luhur. Filosofi ini biasa dipakai untuk memperkuat komitmen orang TNS, baik di tanah asal maupun di tanah rantau,” katanya.
Melalui lagu ini, pihaknya berharap generasi muda tidak hanya menikmati musiknya, tetapi juga mampu menangkap pesan besar yang terkandung di dalam liriknya, yakni pentingnya menjaga persatuan, menghormati adat, dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Kehadiran suara Galak’s sebagai penyanyi trio itu disebut memberikan warna tersendiri yang memperkuat nuansa emosional lagu, sehingga pesan tentang kebersamaan dan persaudaraan terasa lebih menyentuh.
Tayang perdana pada 8 Mei 2026, “Ukmu Moritari Solilakta ” diproyeksikan menjadi salah satu karya musikal bernuansa budaya yang mampu membangkitkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap identitas TNS di tengah tantangan modernisasi.
“Saya harap Lagu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh memutus akar tradisi, sebab di sanalah tersimpan jati diri, kebanggaan, dan kekuatan persaudaraan kita orang TNS,”tukasnya.(PM-Rio)











Discussion about this post