LANGGUR,POJOKMALUKU.COM – Malam yang seharusnya tenang di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaten Maluku Tenggara berubah menjadi mencekam. Bentrokan berdarah pecah antara warga Danar Ohoitom dan Danar Ternate pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIT, dipicu oleh kesalahpahaman yang dengan cepat menjalar menjadi aksi kekerasan terbuka.
Dalam hitungan menit, situasi memanas tak terkendali. Kedua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan senjata tajam, mulai dari panah wayar, parang hingga tombak. Amukan massa tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga merembet ke permukiman, menyebabkan sejumlah rumah warga dirusak dan dibakar.

Insiden ini menelan korban serius. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga warga lainnya mengalami luka akibat terkena panah. Bahkan, aparat penegak hukum yang berada di garis depan pengamanan turut menjadi korban. Wakapolres Maluku Tenggara, Kompol Jufri Djawa, dan Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy dilaporkan terkena panah saat berupaya meredam bentrokan.
Merespons situasi yang semakin eskalatif, Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, turun langsung memimpin operasi pengamanan. Sebanyak 50 personel gabungan Polres Malra, 22 personel BKO Polres Tual, 20 personel Brimob, serta 30 personel TNI dikerahkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas.
Pada Jumat sore sekitar pukul 16.20 WIT, Kapolres bersama warga turut mengantar proses pemakaman korban meninggal dunia dari Danar Ohoitom sebuah momen duka yang sekaligus menjadi pengingat pahit atas mahalnya harga sebuah konflik.

Kapolres AKBP Rian Suhendi menghimbau agar kedua kelompok masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Ia meminta seluruh pihak mempercayakan penanganan persoalan kepada aparat keamanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Serahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian,” pinta Kapolres.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali. Meski ketegangan mulai mereda dan kondisi berangsur kondusif, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi bentrokan susulan.(PM-Dewi)














Discussion about this post