JAKARTA,POJOKMALUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Drs.Hi.M.Thaher Hanubun sambangi Kantor Pusat Radio Republik Indonesia di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis,(16/4/2026).
Bupati dua periode itu didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid,untuk bertemu Direktur RRI I, Hendrasmo,dalam rangka membahas penguatan penyebarluasan informasi publik dan dukungan media terhadap agenda pembangunan di daerah.
Dalam pertemuan itu Bupati Thaher tekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga penyiaran publik.
Menurut Bupati Thaher keberhasilan program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan anggaran, tetapi juga oleh tersampaikannya informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
“Informasi pembangunan harus menjangkau seluruh warga, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan terpencil,” ujar
Dirinya menilai RRI memiliki jangkauan dan legitimasi sebagai lembaga penyiaran publik yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut.
Bupati juga pada saat yang sama memaparkan sejumlah program prioritas di Kabupaten Maluku Tenggara, mulai dari peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan hingga pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis perikanan dan usaha kecil.
Bupati Thaher mengatakan Program-program itu, membutuhkan dukungan publikasi agar partisipasi masyarakat meningkat dan transparansi tetap terjaga.
Direktur RRI I, Hendrasmo, dalam pertemuan tersebut menyambut baik inisiatif tersebut. Dirinya menyatakan komitmen RRI untuk mendukung pemerintah daerah melalui siaran yang informatif, edukatif, dan mencerdaskan.
Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki mandat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Menurut Hendrasmo, kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat diwujudkan dalam bentuk dialog interaktif, liputan khusus potensi daerah, hingga penyediaan ruang siar bagi edukasi publik.
“RRI terbuka untuk menjadi mitra strategis daerah dalam memperkuat literasi informasi,” ujarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, audiensi ini merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan komunikasi di tingkat nasional. Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, penguatan arus informasi dinilai krusial untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan partisipatif.
Pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan teknis yang terperinci. Namun kedua pihak sepakat menindaklanjuti pembahasan melalui koordinasi lebih lanjut, dengan harapan kolaborasi pusat-daerah dalam bidang penyiaran dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat Maluku Tenggara. (PM-Dewi)













Discussion about this post