NAMLEA,POJOKMALUKU.COM – Penertiban kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, memasuki babak baru pada tahun 2026. Selain pengerahan aparat keamanan dalam jumlah besar, perhatian publik kini juga tertuju pada keberadaan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang terlihat menduduki salah satu titik strategis di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan POJOKMALUKU.COM di lapangan, Selasa (28/4/2026), sedikitnya 100 personel TNI telah disiagakan dan menduduki sejumlah pos penting di wilayah Gunung Botak.
Beberapa titik yang kini dijaga ketat antara lain Pos Jalur H, Pos Tanah Merah, serta sejumlah jalur masuk lainnya yang selama ini menjadi akses utama para penambang tanpa izin.
Pengerahan aparat tersebut dilakukan dalam rangka pengamanan penertiban dan pengosongan kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Gunung Botak tahun 2026.
Langkah ini sejalan dengan Keputusan Gubernur Maluku Nomor 2394 tanggal 27 November 2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Penertiban dan Pengosongan Lokasi Pertambangan Tanpa Izin di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.
Tak hanya itu, operasi besar-besaran ini juga diperkuat dengan hasil kunjungan kerja Kepala Satgas PKH/Kasum TNI pada 13 hingga 15 April 2026 di wilayah Maluku, serta pertimbangan strategis dari Komando Staf Kodam XV/Pattimura.
Kini, lokasi-lokasi yang sebelumnya dipadati ribuan penambang ilegal mendadak lengang. Di sejumlah titik bahkan telah dipasang poster himbauan bertuliskan “Dilarang melakukan aktivitas penambangan ilegal. Kawasan ini telah dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Forkopimda.”
Situasi ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum (APH) dalam menutup total ruang gerak PETI yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan laten di Pulau Buru.
Sebelumnya, Polda Maluku, TNI, dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bahkan telah melakukan pemantauan udara terhadap aktivitas tambang ilegal Gunung Botak menggunakan pesawat TNI AL jenis CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang terbang dari Bandara Pattimura Ambon beberapa hari lalu.
Pemantauan melalui udara itu dilakukan untuk memastikan kondisi terkini kawasan tambang yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.
Namun di tengah operasi penertiban tersebut, fakta lain justru memunculkan tanda tanya besar. Di lokasi terpisah, rombongan TNI dari Yonif TP 821/SB juga melakukan peninjauan di Jalur B, Dusun Wansait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, dengan menyasar area Kali Wansait.
Di kawasan inilah perhatian publik tersedot.
Pasalnya, pada waktu yang sama terlihat sekitar 20 warga negara asing (WNA) asal China menduduki sebuah basecamp di Kali Wansait, tepat di area stock file material yang diduga berkaitan dengan aktivitas milik PT Harmoni Alam Manise (PT HAM).
Keberadaan para TKA tersebut sontak memantik spekulasi dan kecurigaan masyarakat. Sebab, di lokasi yang sama juga tampak belasan unit alat berat, mulai dari eskavator hingga buldozer, dalam kondisi siaga.
Fakta bahwa kawasan tambang sedang dikosongkan dari aktivitas PETI namun justru terdapat puluhan TKA asing lengkap dengan alat berat memunculkan pertanyaan serius. Apakah Gunung Botak sedang dipersiapkan untuk operasi pertambangan skala besar?
Publik pun mulai menyoroti legalitas keberadaan para tenaga kerja asing tersebut, termasuk kelengkapan administrasi seperti izin kerja, dokumen keimigrasian, hingga status perizinan aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar Kali Wansait.
Sebab hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai, tujuan keberadaan puluhan TKA China di kawasan tambang,
legalitas alat berat yang masuk,
serta status aktivitas PT HAM di tengah proses penertiban PETI Gunung Botak.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa di balik operasi penertiban yang diklaim untuk menutup tambang ilegal, ada geliat baru yang sedang disiapkan secara senyap di jantung tambang emas paling kontroversial di Maluku itu.
Gunung Botak kini bukan hanya dijaga aparat bersenjata, tetapi juga mulai diisi oleh orang asing dan alat berat.
Dan publik menunggu, siapa sebenarnya yang akan menguasai emas Gunung Botak setelah rakyat kecil disingkirkan?. (PM-Tim)













Discussion about this post