NAMLEA,POJOKMALUKU.COM – Sikap tidak profesional kembali ditunjukkan oleh oknum aparat di Kabupaten Buru. Wartawan Beritamaluku.com, Andi Papalia, dikeluarkan secara sepihak dari grup WhatsApp resmi “Humas Sinergitas”—yang selama ini menjadi ruang komunikasi antara wartawan dan jajaran Humas Polres Buru—usai melayangkan pertanyaan terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/10/2025). Andi menuturkan, dirinya hanya menjalankan fungsi jurnalistik untuk meminta konfirmasi resmi terkait penegakan hukum atas tambang ilegal yang kian marak. Namun, tanpa ada tanggapan, dirinya malah dikeluarkan dari grup tersebut oleh salah satu admin grup yang diketahui merupakan anggota Polres Buru sekaligus mantan Kasi Humas.
“Saya melakukan konfirmasi lewat grup WhatsApp Humas Sinergitas. Mirisnya, belum sempat dijawab, saya langsung dikeluarkan dari grup. Ini bentuk arogansi dan tindakan yang mencederai hubungan baik antara pers dan kepolisian,” ungkap Andi kepada wartawan.
Ia menilai tindakan itu menunjukkan wajah buruk komunikasi publik Polres Buru yang seolah alergi terhadap pertanyaan kritis wartawan, terutama terkait isu sensitif seperti pertambangan emas ilegal yang kini menjadi sorotan masyarakat.
Lebih jauh, Andi menyebut apa yang dilakukan admin grup tersebut sebagai bentuk pembungkaman halus terhadap kebebasan pers, padahal jurnalis memiliki hak konstitusional untuk mencari dan memperoleh informasi sebagaimana dijamin Pasal 28F UUD 1945.
“Kebebasan pers itu dijamin undang-undang. Jangan sampai aparat justru bersikap seperti penghalang informasi. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.
Andi juga mengingatkan bahwa wartawan bukan musuh polisi, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik. Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, karena dapat memperburuk citra institusi kepolisian di mata publik.
“Kami bukan lawan. Kami justru membantu menyampaikan fakta dan kinerja kepolisian kepada masyarakat. Jadi seharusnya dibangun komunikasi yang terbuka dan saling menghormati,” tutupnya.
Menanggapi hal itu, Media ini telah mencoba mengkonfirmasi langsung Kasi Humas Polres Buru, Jaya Permana, melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam (26/10/2025) pukul 22:56 WIT. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan ataupun klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.













Discussion about this post