MASOHI,POJOKMALUKU.COM – Camat Teon Nila Serua (TNS), Ronald Wonmaly, secara resmi membuka kegiatan Pekan Raya Pendidikan Se-Kecamatan TNS dalam rangka menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dipusatkan di pelataran Kantor Kecamatan TNS, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menghadirkan berbagai lomba edukatif dan kreatif, mulai dari lomba mewarnai, makan kerupuk, video konten, cerdas cermat, bertutur, hingga lomba menggambar yang diikuti peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Menariknya, kegiatan ini merupakan inisiasi Mahasiswa KKN Universitas Pattimura Tahun 2026 kecamatan TNS yang berkolaborasi dengan GAMKI serta IKB-TNS Bidang Pendidikan, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun semangat pendidikan di wilayah Teon Nila Serua.
Dalam sambutannya, Camat Ronald Wonmaly menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten, mahasiswa KKN, serta seluruh pihak yang telah menghadirkan sebuah langkah baru dalam peringatan Hardiknas di Kecamatan TNS.
Menurutnya, selama ini kegiatan mahasiswa lebih banyak terpusat di desa-desa, namun tahun ini hadir sebuah terobosan berbeda dengan menghadirkan kegiatan berskala kecamatan yang menyentuh langsung dunia pendidikan.
“Ini adalah sebuah langkah maju. Di tengah keterbatasan kegiatan seremonial tahun ini, kita patut bersyukur karena melalui program KKN, ada intervensi positif di bidang pendidikan yang mampu menghidupkan kembali semangat Hardiknas di Kecamatan TNS,” ungkap Wonmaly.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu menjadi ruang bersama dalam menggali dan memaksimalkan potensi generasi muda TNS agar kualitas pendidikan di wilayah itu terus meningkat.
“Harapan kami, anak-anak TNS harus diberi ruang untuk berkembang, berkreasi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari sini kita ingin lahir generasi penerus yang mampu menjawab harapan pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Wonmaly juga berharap kolaborasi antara pemerintah kecamatan, sekolah-sekolah, korwil pendidikan, mahasiswa KKN, dan seluruh stakeholder dapat terus terbangun sehingga agenda-agenda positif seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Mahasiswa KKN Unpati Hadirkan Format Baru Kulia Kerja Nyata Tingkat Kecamatan
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Pattimura, Dr. Samuel Ritiauw, menjelaskan bahwa Pekan Raya Pendidikan merupakan format baru pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tahun ini tidak hanya berpusat pada program di masing-masing desa, tetapi diarahkan untuk memberi dampak lebih luas pada level kecamatan.
Menurutnya, momentum Hardiknas menjadi alasan kuat bagi pihak kampus untuk merancang sebuah kegiatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi wadah pengembangan kreativitas, pengetahuan, dan daya saing peserta didik.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak PAUD, SD, SMP hingga SMA untuk belajar mengembangkan potensi diri, kreativitas, dan keberanian tampil. Pendidikan hari ini menuntut peserta didik yang aktif, bukan sekadar menerima pengetahuan,” jelas Ritiauw.
Ia menegaskan, melalui Pekan Raya Pendidikan ini, Universitas Pattimura juga membuka stand sosialisasi perguruan tinggi dan layanan pendampingan bagi siswa-siswi kelas XII SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mahasiswa KKN, kata dia, disiapkan untuk membantu calon mahasiswa menentukan pilihan program studi sesuai minat, sekaligus mendampingi proses pendaftaran beasiswa.
“Kami ingin memastikan anak-anak TNS punya kesempatan yang sama untuk kuliah. Jangan sampai mereka berhenti hanya karena tidak tahu jalur masuk atau akses beasiswa. Kami hadir untuk membantu itu,” tegasnya.
Dr. Samuel juga mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan pilihan jurusan kepada anak, sebab masa depan pendidikan yang baik harus dibangun berdasarkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki peserta didik.
Korwil Pendidikan: Ini Nilai Baru bagi Kemajuan Pendidikan TNS
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan TNS, Lazarus Labobar, menyebut kegiatan tersebut sebagai sebuah “gerakan besar” yang memberi nilai baru bagi dunia pendidikan di Kecamatan TNS.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pattimura melalui mahasiswa KKN yang dinilai berhasil menghadirkan warna baru dalam peringatan Hardiknas tahun ini.
“Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar lomba, tetapi sebuah pesan bahwa pendidikan di TNS harus bergerak maju. Ini momentum untuk mengambil nilai-nilai terbaik demi kemajuan anak-anak kita,” ujarnya.
Labobar juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru pendamping, dan masyarakat agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak acara 2 Mei 2026 dengan tertib dan penuh semangat, demi memberi pengalaman berharga bagi para peserta didik.
Sekadar diketahui, sebanyak 130 mahasiswa KKN Universitas Pattimura diterjunkan di Kecamatan TNS dan menjadi motor penggerak berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Pekan Raya Pendidikan ini pun menjadi bukti bahwa sinergi kampus, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat melahirkan gerakan kolektif untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dari wilayah kepulauan.
Semangat Hardiknas di Teon Nila Serua tahun ini bukan hanya terasa meriah, tetapi juga menyimpan harapan besar yakni lahirnya generasi TNS yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing di masa depan. (PM-Rio)













Discussion about this post